NTB Kiblat Matematika di Indonesia - PGRI NTB

Breaking

PGRI NTB

RUMAH PERJUANGAN GURU

About

MEDIA CENTER PGRI NTB

Selasa, 05 Mei 2015

NTB Kiblat Matematika di Indonesia

[Ilustrasi]
ELPSA merupakan salah satu program yang didesain dengan baik oleh prof. Tom bersama team ELPSA Australia, karna ELPSA itu sendiri merupakan tehnik yang penerapannya berdasarkan experience, language, picture, symbol dan juga aplikasi.
ELPSA merupakan jurus-jurus umum dalam pembelajaram Matematika, yang diperlukan bagaimana penataan menjadi urutan pembelajaran atau langkah-langkah yang fleksibel atau tidak kaku, dimulai dengan pengalaman-pengalaman siswa sampai dengan tahapan dimana siswa bisa mengaplikasikannya dan juga ditengah-tengah penerapannya kreatifitas guru sangatlah diperlukan.
Jadi, selama guru itu memahami paradigma atau pendekatan tersebut dan benar-benar berlatih dan mempraktikkan setapak demi setapak diyakini bias membuat suatu hal yang baru di Mataram pada hususnya bahkan juga di Indonesia, dan diprediksikan jikalau program ini berhasil, NTB bisa menjadi kiblat pendidikan Matematika di Indonesia selama hal tersebut dipelihara.
Selama ini ada banyak sekali pendekatan yang sudah diterapkan tapi karena tidak dipelihara, tidak ada pelatihan berlanjut, dan tidak dilestarikan. Usaha pelestarian harusnya terus menerus dilakukan oleh semua pihak untuk terlibat dalam meningkatkan program-program yang seperti ini yang diawalnya memang ada kelemahan, tapi selama semua pihak bergandeng tangan untuk mengembangkannya diyakinkan untuk bidang Matematika, urutan-urutan ELPSA ini akan sangat baik.
Adapun langkah kongkrit untuk pengembangan ELPSA salah satunya adalah: pertama, Sosialisasi (untuk sementara sedang dilakukan melalui acara pelatihan ini) yang merupakan langkah yang pertama dan utama, kedua,Perangkat-perangkat pembelajaran (sedang dalam proses pembuatan) yang dimulai dari pembuatan Rencana pembelajaran (RPP), dan ketiga pemodelan dalam kelas atau para guru yang menghadiri acara tersebut mempraktekkan apa yang didapatkan dari pelatihan tersebut.
Disana akan dilihat tingkat kesulitan penerapan, dan tingkat kekurangan ditahapan inilah akan dibenahi semua kesulitan dan kekurangan atau kelemahanya. hal ini merupakan satu langkah dimana para guru yang menghadiri pelatihan tersebut mempraktikkan langsung apa yang telah didapatkan dari pelatihan tersebut.
Dalam pelatihan ELPSA ini ada 40 orang guru yang hadir dan telah mempraktikkan penerapan ELPSA inilah yang nantinya menjadi ujung tombak dan yang akan berbagi dengan guru-guru yang lainnya.
Pemodelan dalam kelas ini biasa diistilahkan dengan sebutan Micro Teaching (praktik mengajar yang seolah-olah ada didalam kelas namun yang jadi siswa adalah rekan-rekan mereka yang mengikuti pelatihan tersebut) disanalah akan ada refleksi dan evaluasi yang pada akhirnya kalau sudah mantap kemudian beralih ke proses Real Teaching (menerapkannya didalam kelas yang sesungguhnya) real teaching ini dilakukan setelah mereka mahir dalam pelatihan yang sedang mereka jalankan.
Tapi, tidak menutup kemungkinan walaupun tahapan micro teaching ini belum dilaksanakan, tapi ada peserta yang ingin mempraktikkan langsung itu tidak apa-apa.
sumber: elpsa.ikipmataram.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar