Calon Guru Lebih Banyak Dari Pada Kebutuhan - PGRI NTB

Breaking

PGRI NTB

RUMAH PERJUANGAN GURU

About

MEDIA CENTER PGRI NTB

Selasa, 05 Mei 2015

Calon Guru Lebih Banyak Dari Pada Kebutuhan

AKARTA, - Jumlah calon guru berlebihan di bandingkan dengan kebutuhan guru secara nasional. Kondisi itu diakbatkan lemahnya perbatasan pertumbuahan lembaga pendidikan oleh karena itu, penataan diperluakan jika pemerintah ingin fokus membenahi perguruan tinggi penghasil calon guru.
“pemberatasan LPTK dan jumlah mahasiswa harus segera dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi” kata bedjo sujanto, Guru Besar Manajemen Pendidikan universitas Negeri Jakarta,di jakarta, senin (26/1).
Menurut Bedjo yang juga mantan rektor Universitas Negeri Jakarta, kebutuhan guru baru untuk mrnggantikan guru pensiun di sekolah negeri berkisar 2,5 persen hingga 3 persen setiap tahun dari guru di setiap provinsi. Namun lulusan yang dihasilkan LPTK jauh lebih besar.
Jumlah lulusan dari 12 LPTK eks institut keguruan dan ilmu pendidikan yang bertranformasi menjadi Universitas saja diperkirakan hampir mencapai 100.000 sarjana pendidikan per tahun. Belum lagi lulusan dari LPTK swasta yang jumlahnya lebih dari 10 kali LPTK negeri. Jumlah LPTK negeri  terdiri dari 12 LPTK eks intitut keguruan dan ilmu pendidikan di perguruan tinggi negeri.
Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi LPTK Swasta Sulistiyo mengatakan, di Indonesia, terdapat 417 LPTK swasta dengan akreditasi beragam yang jumlah rata-rata alumni adalah 20.000 orang pertahun.
Sektertaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan, pemerintahan fokus memperkuat LPTK untuk menghasilkan calon guru bermutu. Strategi Direktort Jenderal Pendidikan tinggi adalah melalui reformasi dan penguatan kurikulum. Pendidikan calon guru di tingkatkan antara lain dengan mengembangkan seleksi khusus untuk calon mahasiswa yang memenuhi kriteria menjadi guru.
Ketua Asosiasi LPTK Indonesia Sunaryo Kartadinata mengatakan, tuntunan untuk merevitalisasi LPTK sudah lama digaunkan, tetapi belum ada respon secara utuh. “Jika Dikti di bawah Kementriset ingin memperkuat LPTK, tentu saja itu bagus.
Bahkan, kami berharap ada bagian khusus mengurusi pendidikan guru supaya lebih terata, “kata Sunaryo yang juga Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, jawa barat
Menurut Sunaryo, langkah penguatan LPTK yang dibutukan saat ini adalah penyelidikan sekolah labotarium yang baik di setiap LPTK, seperti halnya tas kedokteran. Sekolah labotarium untuk mengembangkan cara-cara belajar terkini yang cocok dengan kebutuhan pendidikan.
Sementara itu, sulistiyo juga berharap LPTK swasta dilibatkan dalam pembuatan kebijakan dalam pembuatan kebijakan, LPTK swasta dapat lebih baik lagi dalam mengikuti bijakan pemerintahan terutama dalam menghasilkan guru-guru berkualitas.
Secara terpisah, menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan, seusai menghadiri peluncuran program Gerakan Maluku, Senin (26/1), meminta guru memberikan contoh kebiasaan membaca di sekolah. Saat ini, minat guru-guru di Indonesia masih rendah. [kompas]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar